Rabu, 06 April 2016

Findding New Friends

Cerita ini terinspirasi dari kehidupan saya dan beberapa sahabat baru saya yang membuat saya sadar akan indahnya arti persahabatan dimana kami sering bercanda bersama melepas semua masalah dalam diri kita masing-masing tanpa adanya perselisihan dan kunci yang paling penting dalam menjaga agar persahabatan itu tidak rusak adalah bisa menghargai satu sama lain tanpa sekalipun membuat hati mereka terluka.

Dalam kisah ini ada lima orang bersahabat yang berbeda beda asalnya dan bertemu di sebuah kota yang indah, bersih, nyaman dan dijuluki sebagai kota Khatulistiwa yaitu “Pontianak”. Kelima orang tersebu adalah Pitra, Selina Wati, Ferry Febriyanto, Abang Fiqriansyah dan Ananias Junidi. Dimana dalam keseharian mereka sering sekali bersama di suatu tempat yang di kenal Korem sebagai tempat nongkrong. Kami tidak canggung untuk mengeluarkan uneg-uneg kami masing-masing di saat berkumpul bersama dan saling sharing pengalaman masing-masing.

Mereka semua memiliki sifat masing-masing yang unik. Pitra, berasal dari kembayan memiliki sifat yang unik, sering membuat suasana sepi menjadi rame, kalau berbicara asal ceplas-ceplos tapi masih d batas kewajaran, Ferry Febriyanto, pemuda asal Kerangas yang sudah lebih dulu tinggal di pontianak di banding ke empat temannya memiliki sifat yang cool, kalo ngomong selalu bikin pedas telinga dengan kata-katanya yang kadang menusuk ke hati tetapi kadang kata-katanya membuat kita sadar akan kelakuan kita masing-masing.Ananias Junidi, pemuda yang asalnya dari semitau juga yang bisa di bilang paling senior di antara yang lainnya memiliki sifat yang kadang membuat kita geli, sering menjadi inspirasi dan sangat aktif dalam berbagai kesempatan yang dia ikutin. Selina Wati, berasal dari Balai karangan, memiliki sifat yang humoris, sering membantu teman dan bisa di bilang paling muda di antara yang lainnya. Abang fiqriansyah, pemuda asal Semitau pun yang selalu memiliki bahan cerita yang tidak ada habisnya dan kadang membuat bosan mendengar ceritanya, kadang ada ceritanya yang menginspirasi dan banyak ceritanya yg membosankan, hahaha. Meskipun berasal dan memiliki sifat yang berbeda-beda banyak kejadian unik yang mereka alami bersama-sama selama dua semester ini di kampus maupun di luar kampus.

Pada suatu hari tepat tanggal 21 september 2015 mereka berlima menjalani aktifitas untuk pertama kalinya yaitu kuliah Data Computer Informatika. Sebelum berjalan ke kampus hal yang ada di benak merekapun ialah pasti akan bertemu banyak cewe-cewe cantik dan cowok- cowok ganteng sesama mahasiswa baru yang membuat mereka semangat untuk datang meskipun harus sudah ada di kampus tepat jam 9. Semua aktivitas mereka lalui sampe empat hari berturut-turut tetapi mereka belum bertemu satu sama lain. Setelah semua rangkaian acara yang mereka ikutin sebagai syarat yang dilakukan mahasiswa barupun mereka akhirnya untuk pertama kalinya bertemu di kelas yang sama padaManajemen Informatika. Pada awal-awal masuk kelas pasti ada yang namanya perkenalan di depan kelas. Paling pertama dimulai dari Abang Fiqriansyah. Banyak yang terkejut karena mereka pikir dia dari angkatan atas tetapi sekalinya juga sama-sama maba. Kemudian maju untuk memperkenalkan diri di depan kelas adalah Ananias Junidi. Tampak terlihat dia masih kurang pede untuk berbicara di depan kelas dan banyak yang tidak tau dia berasal dari mana karena sebelumnya belum pernah dengar tempat asalnya itu berada. Kemudian dilanjutkan oleh Ferry Febriyanto. Dia sangat pede dan tidak kelihatan canggung pada saat memperkenalkan diri. Kemudian dilanjutkan Pitra. Pertama yang ada di benak teman-temannya bahwa pitra ini memiliki sifat yang cukup angkuh karena terlihat dari wajahnya tetapi seketika semua berubah ketika dia mulai memperkenalkan diri. Lanjut yang paling terakhir adalah selina wati. Tampak seperti biasa-biasa saja saat ia memperkenalkan diri.

Hari demi hari mereka lalui dan hubungan mereka berlima pun semakin akrab ketika diadakannya turnamen futsal antar angkatan. Ketika pertama kali berkumpul merekapun saling berbagi pengalaman dan bercanda gurau bersama layaknya sudah kenal lama, padahal baru-baru saja berkumpul bersama.

Setelah kejadian itupun mereka mulai mengetahui sifat satu sama lain dan mulai mempelajari untuk mengimbanginya dengan sifat masing-masing agar tidak terjadi kesalah pahaman. Ke esokan harinya merekapun memulai aktifitas perkuliahan. Tampak terlihat mereka datang masih sendiri-sendiri. Banyak kejadian mereka alami sehingga mereka berlima pun menjadi sebuah perkumpulan baru di kampus yang selalu bersama saat kuliah maupun tidak. Abang Fiqriansyah sangat aktif di kampus sedangkan yang lainnya tidak maka pitra, junidi, selina, ferry pun sering berkumpul tanpa Abang.

Keesokan harinya kebetulan di kampus sedang di adakan acara Natalan Bersama yang diadakan satu kampus. Di acara itu tampak mereka berkumpul terlebih dahulu di gereja, biasa sambil ngobrol di pagi hari layaknya anak muda. Setelah itu merekapun lantas menuju ke gedung tempat diadakannya acara tersebut. Dalam acara itu banyak sekali acara yang dilakukan salah satunya adalah season tanya jawab. Pada saat istirahat siang mereka makan bersama di luar gedung. Bercanda bersama sambil makan. Ketika acara kembali dimulai Pitra, Ferry, Selina, Junidi pun terkejut ketika Abang ikut dalam sebuah kelompok untuk mengikuti season tanya jawab. Ketika seluruh kegiatan acara selesai merekapun lantas menuju korem dimana biasa mereka kumpul. Abang pun datang “Hai” sontak Pitra pun menjawab “Hai Juga, begitu memang” lalu yang lainpun juga ikut-ikutan abang pun tampak tersenyum dan mengetahui kenapa temannya bisa begitu “bukan begitu kawan aku di ajakin mau nolak gak enak aku nanti di bilang sombong” kata abang lalu junidi pun menjawab “Loh kenapa abang? gak ada kami bahas-bahas abang ini” mereka semua pun tertawa “ah jangan begitulah kawan (sambil colek junidi)” “ih geli bang nanti aja di kos kalau mau” merekapun semua kembali tertawa dan kata-kata main tunggal selalu di sebutkan ketika abang salah-salah berbicara.

Selang beberapa hari kembali mereka mengikuti kegiatan kampus yang di wajibkan bagi mahasiswa baru yaitu masa perkenalan. Di hari pertama ketika acara selesai dan mereka menuju parkiran kampus tampak terlihat cewe yang selama ini menjadi pujaan abang di bawa oleh lelaki lain. “Wah abang ada yang cari mati kayaknya ini bang” kata pitra, lalu abangpun menoleh karena belum tau apa maksud dari kata pitra. Sontak terlihat muka abang pun merah karena malu sama teman yang lain karena pitra berkata cukup keras. Junidi dan selina pun ikut-ikutan “wah abang ayo sudah kita cegat di depan” kata selina. Lalu junidi pun berjalan menuju cewe dan cowo yang di maksud itu seakan-akan dia akan mendatanginya lalu berkata “Bang tahan aku jangan sampai aku kesana ku selesaikan semua itu (sambil tertawa cukup keras) abang fiqriansyah pun semakin malu dengan kelakuan teman-temannya lalu berkata “sudahlah kawan, jangan begitu gak enak aku” cewe dan cowo itupun pergi dan yang membuat abang lebih malu lagi adalah ketika junidi memanggil cewe itu pada saat antri untuk keluar dari parkiran karena kebtulan junidi kenal dengan cewe itu.

Mereka pun kembali berkumpul di korem lagi tampak terlihat abang tidak bisa berkata apa-apa saat temannya menyinggung dia “Bang, kalau aku ya kayak gitu GALAU sudah aku” kata junidi sambil tertawa. “kalo aku langsung kudatangi ku pukul kalau” ferry melanjutkan. Abang  pun tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa bilang “PANTEK” Sambil tertawa banyak hal yang mereka lakukan bersama dan masih berlangsung sampai sekarang ini.


Cerita ini berasalkan kehidupan nyata dan tidak ada rekayasa sedikitpun karena menurut saya sahabat adalah segalanya tanpa sahabat kita tidak akan bisa apa-apa. Apa lagi di tempat yang jauh dari kehidupan kita sebelumnya dan jauh dari orang tua. Hanya sahabat lah yang bisa buat kita bahagia maka janganlah kita menyia-nyiakannya dan jangan pula kita membuat mereka tersinggung.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar